kulit sehat

Cara Merawat Kulit Agar Tetap Sehat Saat Masa Karantina

Cara Merawat Kulit Agar Tetap Sehat Saat Masa Karantina

Saat ini memang Karantina mandiri membuat kulit Kamu tidak tersentuh udara luar serta polusi. Jadi, kulit Kamu semestinya selalu bersih, sehat, dan glowing. Namun , nyatanya tidak sedikit yang hadapi permasalahan kulit semacam jerawat serta breakout meski telah berupaya menjaga kulit saat karantina di rumah.
Rutinitas Kamu berganti ekstrem saat karantina mandiri. Kamu bisa jadi hadapi pergantian pola makan, tekanan pikiran, serta permasalahan tidur. Seluruh pergantian ini tanpa disadari bisa mempengaruhi kesehatan kulit, apalagi jadi dalang di balik jerawat yang tiada habisnya. Gimana cara mengatasinya?
Polusi serta udara luar bukan salah satunya aspek pemicu permasalahan kulit. Udara dalam rumah kerap kali lebih kering dibanding udara luar, terlebih apabila Kamu memasang AC ataupun penghangat udara yang membuat udara berbalik di situ- situ saja. Kulit memerlukan udara dengan kelembapan yang lumayan. Apabila udara di rumah sangat kering, kulit Kamu juga turut jadi kering serta gampang terserang permasalahan kulit. Umumnya, kulit yang kering lebih rentan hadapi ruam serta dapat memperburuk indikasi eksim.
Produk kebersihan yang Kamu pakai di rumah pula mempengaruhi. Sepanjang karantina, Kamu bisa jadi lebih kerap mandi, cuci tangan, serta bersih- bersih rumah. Aktivitas ini membuat kulit kerap terserang sabun yang bahannya belum pasti lumayan lembut. Sabun bisa mengganti pH kulit dan mengusik susunan pelindung kulit yang dibuat dari lemak serta karbohidrat. Lambat laun, kulit dapat kehabisan susunan pelindungnya. Kulit juga jadi lebih kering, gampang rusak, apalagi rentan terkena kuman.
Berikut cara mengatasi masalah kulit saat masa karantina

  1. Mengeksfoliasi kulit secara rutin
    Menjaga kulit saat karantina tidak lengkap tanpa eksfoliasi. Eksfoliasi bertujuan buat mensterilkan sel- sel kulit mati yang bisa menutup pori. Tidak hanya itu, eksfoliasi pula menolong produk skincare meresap lebih baik ke dalam kulit. Eksfoliasi dapat dicoba dengan scrub ataupun memakai produk berbahan AHA serta BHA. Kamu pula bisa membuat scrub natural dari madu serta gula pasir yang dicampur dengan air hangat. Pakai secara tertib, paling tidak 2 kali seminggu.
  2. Memakai sabun yang lembut serta pelembap
    Tiap sabun dirancang buat bagian badan serta tipe kulit yang berbeda. Sabun buat tubuh serta tangan umumnya tidak lumayan lembut buat wajah. Jadi, gunakanlah sabun tangan buat cuci tangan, dan sabun facial wash buat cuci muka. Perlu diingat mengenakan pelembap sehabis mandi, cuci tangan, ataupun cuci muka. Memilih pelembap dengan isi asam hialuronat ( hyaluronic acid), antioksidan, ataupun vit C buat menghindari kulit kering serta pecah.
  3. Mengelola stress
    Badan membebaskan hormon kortisol kala tekanan pikiran. Hormon ini mengacaukan kerja sistem imun serta menimbulkan peradangan, termasuk pada kulit. Tekanan pikiran kadangkala pula merangsang kerutinan memegang kulit tanpa siuman. Dampaknya, permasalahan kulit dapat menjadi parah. Tekanan pikiran tidak bisa dihindari, namun Kamu dapat mengelolanya. Centers for Disease Control and Prevention ( CDC) menganjurkan sebagian cara mengelola tekanan pikiran sepanjang pandemi, di antara lain:
  • Melakukan aktivitas lain yang Kamu nikmati.
  • Tidak menyaksikan, membaca, ataupun mencermati kabar tentang pandemi buat sementara.
  • Tetap berbicara dengan orang terdekat.
  • Merawat diri dengan meditasi, metode respirasi, serta makan yang bergizi.
    Karantina mandiri membuat banyak orang lebih sulit tidur. Sementara itu, kurang tidur bisa merangsang pelepasan hormon kortisol, membatasi penciptaan kolagen, serta membuat kulit lebih kering. Kulit jadi lebih gampang hadapi breakout, respon alergi, serta ruam. Sebisa mungkin, Kamu butuh tidur dengan lumayan apabila mau menjaga kulit saat masa karantina. Cobalah pasang alarm supaya Kamu tidur serta bangun pada jam yang tertib. Jauhi bermain gadget saat sebelum tidur, dan jalani langkah- langkah sleep hygiene.